Beranda Kultum Dua Bisikan

Dua Bisikan

124
0
Ilustrasi model bisikan

Segala puji bagi Allah ‘Azza wa Jalla yang memberi usia sehingga kita dapat kembali melaksanakan puasa Ramadhan 1440 Hijriyah/2019.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Muhammad SAW. Juga semoga terlimpah kepada keluarga, para sahabat dan pengikut beliau hingga akhir zaman.

Berikut ini kultum tentang dua bisikan dan tips menangkal bisikan setan!

Jika Anda bertanya: “Bagaimana cara menangkal masuknya setan? Cukupkah dengan berdzikir kepada Allah SWT dan mengucapkan Laa haula wa laa quwwata illaa billaah?”

Ketahuilah bahwa iblis, setan dan jin itu bernak seperti halnya manusia punya keturunan. Pasukan setan bisa diatasi dengan menutup celah-celah yang bisa menjadi pintu masuk setan tersebut.

Caranya adalah dengan berusaha membersihkan hati dari sifat-sifat tercela. Dan itu memerlukan dzikir yang panjang. Jika pangkal sifat-sifat tercela itu bisa dipotong dari hati maka setan akan meninggalkan hati dan tidak bersarang lagi di sana. Setan tidak mau keluar dari hati hanya dengan dzikir kepada Allah.

Karena hakikat dzikir tidak bisa menguasai hati kecuali setelah hati diisi dengan takwa dan dibersihkan dari sifat-sifat tercela. Jika tidak, dzikir hanya akan menjadi omongan jiwa yang tidak mampu menguasai hati, sehingga tidak mampu mengusir kekuasaan setan.

Oleh karena itu Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.” (QS. Al-A’raf: 201).

Baraya JCS, hal ini hanya berlaku untuk orang yang bertakwa.

Setan itu sesungguhnya seperti anjing lapar yang mendekati anda. Jika di depan anda tidak ada roti dan daging, ia akan menjauh hanya dengan ucapan “Hus!” Suara itu saja sudah cukup untuk mengusirnya. Tapi jika di depan anda ada daging, sementara anjing itu lapar, ia pasti akan mengincar daging itu dan tidak mau menjauhnya hanya dengan kata-kata.

Jadi, hati yang seteril dari makanan setan dapat mengusir setan hanya dengan dzikir. sedangkan apabila hati telh didominasi oleh syahwat maka kekuatan dzikir akan terdorong ke tepin hati, sehingga tidak bisa menguasai penampangnya. Maka setanlah yang menguasai penampang hati.

Rasulullah SAW bersabda: “Di dalam hati ada dua bisikan: Bisikan dari raja yang berlindung ke pada kebajikan dan membenarkan kebenaran. Barangsiapa yang menemukan bisikan itu, hendaklah ia mengetahui bahwa itu berasal dari Allah dan hendaklah ia membaca hamdalah. Dan bisikan dari musuh yang berlindung kepada keburukan, mendustakan kebenaran dan mencegah kebajikan. Barang siapa yang menemukan bisikan semacam itu, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan yang terkutuk.” (H.R. At-Tirmidzi -kitab Ihya’ Ulumudin, hal. 1386, cetakan Asy-Sya’bu).

Kemudian beliau SAW membaca firman Allah SWT yang artinya: “Setan menjanjikan kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji.” (QS. Al-Baqarah: 268).

Menurut Al-Hasan, kedua bisikan itu sesungguhnya adalah dua buah pikiran yang berputar-putar di dalam hati: pikiran dari Allah SWT dan pikiran dari musuh.

Semoga Allah merahmati dan mencerdaskan orang yang mengontrol pikirannya. Sehingga pikiran yang berasal dari Allah dilaksanakannya, sedangkan pikiran yang berasal dari musuh diperanginya. * Wallahu a’lam bish-shawwab.

Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Subhanakal lahumma wa bihamdika…*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here