Beranda Berita Di Cianjur, Sekolah Diliburkan, UNBK Diundur

Di Cianjur, Sekolah Diliburkan, UNBK Diundur

182
0

JCS – Mengantisipasi wabah Corona, Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, memutuskan meliburkan sekolah, termasuk UNBK siswa. Hal itu disampaikan Plt. Bupati Cianjur H Herman Suherman pada hari Minggu, kemarin.

Dalam surat edaran bupati Cianjur nomor 420/2042/Disdikbud tentang pencegahan penularan virus Corona (covid-19) pada satuan pendidikan Cianjur, paud, PKBM, dan SMP.
Menyusul surat dari Gubernur Jabar melalui Disdik Jabar nomor 443/3302-set Disdik tentang pelaksanaan UN SMK dan kegiatan belajar mengajar pada satuan pendidikan di Jabar yang di-ttd Dr. Ir Dewi Sartika M.Si,.

Libur sekolah selama dua minggu, khususnya di daerah Cianjur maka belajar siswa sebaiknya dilakukan di rumah masing-masing.

Keputusan tersebut disikapi positif oleh anggota DPRD Cianjur (yang sepakat) pemindahan proses belajar mengajar sekolah di rumah, sebagai bentuk antisipasi penyakit yang membahayakan tersebut. Libur mulai dari TK hingga SMP baik negeri maupun swasta.

“Pada dasarnya kami setuju kalau memang alasannya agar tidak ada pelajar Cianjur yang terkena virus corona, karena mereka sebagai aset bangsa yang garus dijaga,” kata Sahli Saidi anggota Komisi D DPRD Cianjur.

UNBK SMK Diundur:
Dari informasi yang dihimpun JCS menyebutkan, kini pemerintah, khususnya Pemrov Jabar melalui Disdik Jabar telah mencermati dan mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi penyebaran Corona di lingkungan sekolah.
Langkah bagus Disdik Jabar beralasan tak mau anak-anak bangsa ini menjadi korban virus tersebut, sehingga UNBK untuk sementara waktu diundurkan.

Ketika semangat UN:
Menjelang pelaksanaan UN sudah bukan tidak mungkin intensitas pertemuan siswa dan guru serta instruktur atau tutor dengan para pelajar ini makin tinggi menghadapi UN yang berpotensi mempercepat penyebaran virus mematikan asal Wuhan, China itu.

JCS memandang UNBK SMP maupun SMK memang seharusnya digelar! SMK misalnya, seharusnya dilaksanakan Senin 15 Maret 2020, kemudian setelahnya akan disusul SMA dan SMP. Alasan pihak yang berwenang, mungkin daripada menanggung risiko penyakit dan mematiakn, lebih baik UN ditunda dan jika perlu dihapuskan, toh tahun 2021 UN tak lagi dilaksanakan.

Kesimpulannya, pemerintah meliburkan sekolah dan menunda UN 2020, terhitung 16 Maret sampai situasi dan kondisi yang aman. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. (tas/rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here