Beranda Berita Cuti Bersama dan Libur Panjang di Cianjur

Cuti Bersama dan Libur Panjang di Cianjur

48
0

JCS – Semua orang tentunya sangat menunggu hari libur panjang maupun cuti bersama, selain tanggal gajian.

Dalam suasana liburan, bisa dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga di rumah, atau pergi ke tempat perbelanjaan dan berwisata.

Namun, disaat pandemi virus corona atau Covid-19 ini masih melanda Indonesia, masyarakat luas diminta agar tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

Dalam kalender tahun 2020 ini, cuti bersama hanya terdapat pada bulan Oktober dan Desember. Sedangkan untuk bulan November, pemerintah tidak menetapkan hari libur.

Cuti bersama biasanya selalu berkenaan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Raya Natal dan pengganti cuti Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Nah, berikut ini agenda cuti bersama serta libur panjang di akhir bulan Oktober dan Desember 2020.

Libur akhir Oktober 2020:

1. Rabu, 28 Oktober 2020 cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 2020

2. Kamis, 29 Oktober 2020 hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW 2020

Libur akhir Desember 2020:

1. Kamis, 24 Desember 2020 cuti bersama Natal 2020

2. Jumat, 25 Desember 2020 hari libur nasional Natal 2020

3. Senin, 28 Desember 2020 cuti bersama pengganti Idul Fitri 1442 Hijriah

4. Selasa, 29 Desember 2020 cuti bersama pengganti Idul Fitri 1442 Hijriah

5. Rabu, 30 Desember 2020 cuti bersama pengganti Idul Fitri 1442 Hijriah

6. Kamis, 31 Desember 2020 cuti bersama pengganti Idul Fitri 1442 Hijriah.

Himbauan Pjs Bupati Cianjur:

Terkait libur panjang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur melalui Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 akan mengoptimalkan check point di setiap titik wilayah perbatasan pada saat libur panjang ini. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19.

“Meningkatkan efektivitas check point dari arah Barat dan Timur oleh petugas gabungan TNI/Polri dan Satpol PP,” kata Pjs Bupati Cianjur, Dudi Sudrajat Abdurachim, Minggu (25/10/2020).

Untuk imbauan protokol kesehatan kepada wisatawan, pesan Dudi, hal itu mesti dibuat oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga bekerjasama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Dudi berharap, jumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata maksimal 50 persen dari kapasitas.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal menjelaskan, langkah antisipasi tidak hanya dilakukan di Cianjur saja, melainkan seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat harus mewaspadai titik-titik masuk wisatawan lokal maupun luar daerah dengan melakukan screening di setiap perbatasan.

Khusus di Cianjur, ada tiga titik rawan yang menjadi pintu masuk utama wisatawan dari luar daerah. Diantaranya, Gekbrong, Puncak dan Haurwangi.

“Jadi nanti kemungkinan besar ada kegiatan pengecekan disana termasuk screening rapid test atau swab test,” katanya.

Satgas, ujar Yusman, terus mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan cara 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak).

“Itu (3M) yang utama. Karena selama libur memang tidak bisa lagi membatasi pergerakan orang, karena bukan PSBB tapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Tidak bisa melarang orang tetap tinggal di rumah selama liburan,” ujar dia.

“Satgas juga tetap hadir di tengah masyarakat dengan melakukan screening,” pungkasnya, menambahkan. (Tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here