Beranda Cianjur Selatan Cianjur Selatan kekurangan Bawang Putih

Cianjur Selatan kekurangan Bawang Putih

20
0

JCS – Langkanya bawang putih di warung-warung setidaknya bakal dikeluhkan para pembeli maupun pedagang.

Sejumlah pemilik warung di Cianjur selatan misalnya, mengaku tidak menjual bawang putih karena sulit belanja. Kelangkaan bawang putih ini diduga ada masalah di tingkat penyalur, distributor, atau agen jika bawang putih tersebut berasal dari luar negeri.

Temuan penggawa JCS dibeberapa warung di Leles, Jumat kemarin, betul bahwa bawang putih mulai langka, kalaupun ada harganya mahal. Seperti diakui pemilik waring Sindanghayu, Masropah (32) menyebut bahan masak di dapur itu lagi sulit didapat, sehingga dalam beberapa hari ini tidak menjual bawang putih. “Mawang merah ada, mun bawang putih mah nuju seep margi sesah balanya, janten dinten ayeuna teu icalan bawang putih,” tutur Masropah, Jumat (14/2/2020).

Terkait bawang putih, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Cianjur, mengimbau warga maupun pedagang untuk segera lapor jika menemukan kelangkaan atau penimbunan bawang putih. Kelangkaan bawang putih diduga ada upaya oknum guna meraup keuntungan lebih.

Ketua Satgas Pangan Cianjur, AKP Nikki Ramdhany mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kelangkaan dan melonjaknya harga komoditas seperti bawang putih. “Kami sudah menurunkan tim untuk memantau dan mengawasi di lapangan,” tegas Nikki, kemarin.

Satgas pangan akan terus memantau kelangkaan dan mahalnya bawang putih ke beberapa pasar di Cianjur, mengingat bawang putih terjadi langka di beberapa wilayah. Karena itu, tim satgas terus melakukan pemantauan ke lapangan serta antisipasi terjadinya penimbunan yang dilakukan oknum ditingkat pedagang, agen dan distributor. “Setiap hari tim Satgas Pangan ke sejumlah pasar, untuk memantau harga dan stok yang tersedia ditingkat pedagang,” ujar Kasat Reskrim Polres Cianjur itu.

Nikki mengungkapkan kenaikan harga bawang putih yang cukup tinggi dan terindikasi kenaikan harga tidak wajar.

Penyebab mroketnya harga bawang putih, lanjut Nikki akan didalami dan diselidiki. Pasalnya, harga bawang putih yang normalnya Rp27.000 per kg menjadi Rp70 ribu per kg. “Ini akan kita kejar, apa penyebabnya melonjaknya harga,” tegasnya.

Jika ditemukan indikasi kecurangan oknum dengan menimbung bawang, pihaknya akan melakukan tindakan tegas. “Tindakan tegas terhadap oknum agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas dia. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here