Beranda Cianjur Selatan Budidaya Cabe Merah Besar Cocok Dikembangkan di Desa Sindangsari Leles, Ini Kata...

Budidaya Cabe Merah Besar Cocok Dikembangkan di Desa Sindangsari Leles, Ini Kata Kuwu H Endang Mulyadi

63
0

JCS – Melihat kondisi tanah atau lahan di wilayah Desa Sindangsari Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur cukup bagus jika dimanfaatkan untuk pertanian, salah satunya tanam cabe merah besar.

Kesuburan tanah di desa ini, selama ini, selain rutin dimanfaatkan petani untuk tanam padi, seperti di sawah tadah hujan, kawasan pelataran juga bagus tanam palawija dan jenis taman lainnya.

Kini, budi daya cabe merah besar akan dikembangkan di wilayah ini. Seperti diungkapkan Kaur Pemerintahan Desa Sindangsari, Hadudin bahwa cabe menjadi salah satu komoditas sayuran yang banyak dibutuhkan masyarakat, baik masyarakat lokal maupun nasional.

Di daerah Sukabumi, dicontohkan Hadudin, setiap harinya permintaan akan cabe, makin bertambah seiriang dengan meningkatnya jumlah penduduk di negeri ini. Sehingga budidaya sayur menjadi peluang usaha yang masih sangat menjanjikan, bukan hanya untuk pasar lokal saja namun juga berpeluang untuk memenuhi pasar nasional bahkan ekspor.

“Namun, untuk menanam cabe merah besar di kita perlu ilmunya, ada tenaga ahli dan kerjasama antara keluarga petani (individu) atau kelompok tani dengan perusahaan, tapi mereka yang siap merealisasikan budidaya tanaman itu,” papar pak Jepri, sapaan akrab kaur Pem Desa Sindsangsari, Senin (31/8/2020).

Rencana memasyarakatkan bibit cabe merah besar di Cianjur selatan, butuh kerjasama antara penanaman (petani) cabe merah besar, dengan perusahaan. Untuk budidaya, kata Kaur Pem, ada perusahaan yang siap mensubsidi dana bagi hasil. “Kalau investor, perusahaan atau pengusaha sudah ada, yaitu dari PT. Crowde Membangun Bangsa Cabang Sukabumi, tapi ada syarat yang harus dilakukan petani,” kata Hadudin alias pa Jepri, kemarin.

Bahkan untuk mengembangkan cabe merah, pihaknya telah mensosialisasikan kepada masyarakat Desa Sindangsari mulai di kedusunan Parigi, Cikananga, Naringgul dan Leuweungkalong.

Diutarakan dia, tahapan yang harus ditempuh para petani, seperti ada rapat, pengumpulan identitas petani dan lahan yang akan digarap, “Jadi petani yang siap terjun di bidang pertanian tanam cabe merah besar. Dan kami siap memfasilitasi untuk kerjasama dengan perusahan itu,” ujarnya.

Hal ini disambut baik Kepala Desa Sindangsari, H Endang Mulyadi karena potensi bisnis cabe akan menguntungkan, menarik minat para petani di daerah ini karena cabe bagus di daerah dataran tinggi, dataran rendah, hingga daerah pesisir pantai untuk membudidayakan sayuran ini. Aplagi wilayah Desa Sindangsari dekat sungai Cisaokan, mudah pengairan jika musim kemarau.

“Jenis cabe juga cukup bervariasi, beberapa jenis dibedakan berdasarkan ukuran, waktu, rasa pedasnya dan warna buahnya,” ujarnya menirukan apa yang dikatakan tenaga ahli atau konsultan pertanian perusahaan tersebut.

Dari cabe, baik cabe keriting, cabe besar, cabe rawit, dan cabe paprika. “Jika nanti bagus, petani akan dapat keuntungan dari hasil tanam cabe, itu bisa dijual ke perusahaan maupun ke pasar. Atau menyesuaikan permintaan konsumen, yang banyak menggunakan jenis cabe sebagai penyedap masakan,” tutur H Hasan, kuwu Sindangsari ini.

Lanjut H Hasan, dari cabe, selain untuk kebutuhan dapur petani sendiri, cabe juga bisa dimanfaakan berbagai macam produk olahan seperti saos, sambel cabe, pasta cabe, bubuk cabe, cabe kering dan bumvbu instans. “Di daerah kita, kenapa tidak untuk didirikan industri olahan berbahan baku cabe,” ucapnya.

Menurut Kades Hasan, ini sebuah terobosan baru di pemerintahan desanya, yakni kerja sama dengan pihak PT. Crowde Membangun Bangsa Cabang Sukabumi. Namun, keinginan Crowde Membangun Bangsa Cabang Sukabumi, petani harus betul-betul budidaya jenis sayuran ini, sehingga nanti dapat menghasilkan 1 ton lebih persekian hektar.

Adapun dana proses tanaman, akan dibantu dari Crowde Membangun Bangsa Cabang Sukabumi, Rp 25 juta, tapi pencairannya akan 50 persen dulu ke rekening petani, itu untuk sewa lahan dan lain-lain. “Kami sudah sosialisasi ke warga. Yang mau baru 30 kk,” terang dia.

Untuk lebih lanjut, imbau kuwu Hasan, petani bisa datang ke desa. “Kalau saya perhatikan dari peluang ini, dari satu pohon bisa menghasilkan tiga kilo cabe, jika pengurusannya bagus,” pungkasnya. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here