Beranda Religi Berlomba Kebajikan

Berlomba Kebajikan

39
0

JCS – Pentingnya berlomba kebaikan! Baik di sini ukurannya adalah agama. Artinya, baik menurut agama Islam, bukan baik menurut akal manusia saja, sebab terkadang yang menurut akal manusia belum tentu baik menurut agama. Akan tetapi, semua yang baik menurut agama sudah pasti baik pula menurut akal sehat.

Perbuatan yang baik harus selalu diajarkan, dicontohkan dan dibiasakan tentu dengan akhlak mulia. Itu pun tidak mudah bagi seseorang untuk mengikutinya. Akan tetapi, perbuatan yang buruk, meskipun harus melihat sekali, mudah rasanya bagi seseorang untuk melakukannya.
Oleh sebab itu, kita diperintahkan untuk belajar sehingga mau berlomba-lomba dalam kebaikan. Berlomba artinya masing-masing mempunyai keinginan untuk melakukan kebaikan tersebut, seraya mengamalkannya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Berlomba dalam kebaikan tidak hanya mendatangkan manfaat bagi pelakunya, melainkan juga bagi masyarakat dan lingkungannya. Misalnya, kita berlomba dalam sedekah untuk membangun masjid, tentu masjid yang dibangun tersebut akan cepat selesai.

Terkait pembangunan masjid, kita sering melihat orang-orang yang meminta bantuan untuk penyelesaian pengerjaan masjid di suatu daerah, misalnya di lintasan jalan yang kita lewati -ada pembangunan masjid yang terkatung-katunt, ini membutuhkan uluran tangan. Iya khan, suka melihat mereka yang menjaring uang di jalan?

Contoh berlomba kebaikan masih banyak lagi. Maka, berlomba dalam kebaikan harus yang kita teladani dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semua orang bisa berlomba kebaikan sesuai kadar ilmu dan kemampuannya.

Hikmah dari perilaku kompetisi:

– Membuat seseorang mempunyai kewajiban untuk beribadah kepada Allah SWT dan berbuat kebaikkan kepada sesama.

– Terhadap kebaikan dapat berkompetisi atau bersaing dengan orang lain. Tidak ada alasan dalam hal kebaikan menunggu atau mempersilahkan orang lain terlebih dahulu. Bahkan dengan saudara, keluarga, maupun siapa saja, kita harus mau berkompetisi dan berlomba-lomba berbuat kebajikan.

– Memahami bahwa perbuatan ibadah dan kebajikan sangat diperlukan bagi manusia. Sebab, pada saatnya kelak manusia akan mati dan dikumpulkan oleh Allah SWT di akhirat untuk ditentukan di mana tempatnya yang abadi, apakah di surga atau di neraka.

– Sebagai muslim, kita meyakini bahwa Allah Mahakuasa atau segala sesuatu yang dikehendaki-Nya.

Terkait kebajikan yang harus melekat dalam jiwa dan ditanamkan, simak hal-hal tersebut berikut ini:

– Tanamkan keimanan yang kuat di dalam hati agar tidak mudah tergoda oleh bujuk rayu setan yang hendak menjerumuskan manusia ke jurang kenistaan.

– Pahami dengan seksama, mana perilaku yang baik dan mana pula yang buruk agar kita dapat memilih dan menentukan perbuatan yang pantas dan tidak pantas dilakukan.

– Buanglah jauh-jauh sikap perilaku curiga dan buruk sangka kepada orang lain manakala kita tidak berhasil meraih yang terbaik. Sebab segala sesuatunya, Allah yang menentukan dan kita hanya berkewajiban berusaha sesuai kemampuan yang ada.

– Tanamkan keyakinan dalam hati bahwa berkompetisi atau bersaing secara sehat untuk menjadi yang terbaik dan dalam kebaikan sangat dianjurkan dalam agama Islam.

– Mulailah sejak sekarang membiasakan diri bersikap perilaku kompetitif dalam kebaikan, dimana pun kita berada.

Dalil uraian di atas, al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 148 yang artinya, “Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” Wallahu a’lam.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here