Beranda Berita Beras Numpuk di Gudang Subdivre Bulog Cianjur: Penyerapan dari Petani 19 Ribu...

Beras Numpuk di Gudang Subdivre Bulog Cianjur: Penyerapan dari Petani 19 Ribu Ton

82
0
Ilustrasi

JCS – Sejak program bantuan beras dialihkan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT), sehingga stok beras terus menumpuk di dua gudang Bulog di Cianjur. Yaitu di gudang beras raskin di Panembong dan Karangtengah Cianjur.

Kondisi ini menurut Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Agus Siswantoro, beras menjadi menumpuk karena penyerapan beras dan gabah dari petani terus mengalir ke Bulog. “Sejak berjalannya program BPNT, beras banyak disimpan di dua gudang ini. Sehingga stok terus menumpuk karena penyerapan beras dari petani berjalan,” kata Agus kepada wartawan, Jumat lalu.

Menurut Agus, ada enam wilayah yang berada dibawah tanggungjawab Subdivre Cianjur, yaitu Cianjur sendiri, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Bekasi.

Untuk enam wilayah itu, stok beras masih berada di gudang Cianjur. “Itu mencapai 12 ribu ton,” terang Agus, menambahkan.

Tahun ini, disebutkan Agus, Subdivre Bulog Cianjur menargetkan penyerapan beras dari petani sampai 19 ribu ton.

Sedangkan penyerapan gabah dan beras terus dilakukan. Kata Agus, meski hal ini tidak ada pendistribusian yang sebelumnya cukup berimbang antara stok yang masuk dan keluar melalui program rastra.

Jika beras terus menumpuk, dikhawatirkan kualitas beras menurun bahkan tidak dapat dikonsumsi.

Maka, Agus pun menyambut baik wacana Kementerian Sosial RI yang akan mengembalikan beras untuk bantuan pangan lantaran akan mengoptimalkan stok yang ada. “Agar beras yang ada di gudang tersalurkan dan manfaat. Tapi kami masih menunggu instruksi dari provinsi dan pusat,” tutur Agus, seraya quality control beras di gudang penembong dan karangtengah tetap terjaga. (tas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here