Beranda Berita Banjir Bandang di Leles, Banyak Rumah Terendam, Menanti Bantuan Pemerintah?

Banjir Bandang di Leles, Banyak Rumah Terendam, Menanti Bantuan Pemerintah?

105
0
Seorang warga sedang membersihkan rumhahnya yang terdampak banjir (Istimewa)

JCS – Banjir bandang melanda wilayah Leles selatan Cianjur, Jumat (2/10/2020) sore. Akibatnya, banyak rumah yang terendam, hewan-hewan peliharaan hilang, pengemudi kendaraan tidak besa melintas seperti dari Jalan Sindanghayu, Parigi, Parungcadas hingga ke Kota Kecamatan Leles, Cianjur pada Jumat malam, barang-barang rumah maupun barang dagangan terendam, dan dampak lainnya terhadap sebagian warga Leles.

Sebelumnya, atau beberapa jam banjir yang cepat memesar itu, warga di sana banyak yang mengira bahwa banjir tak akan sedahyat itu.

Namun, dari pantauan JCS di sejumlah titik, akibat banjir terbesar yang belum terjadi sepanjang sejarah, ternyata berdampak pada berbagai tatanan kehidupan masyarakat khususnya di Kecamatan Leles Kabubaten Cianjur.

Lantas, jembatan gantung Parungcadas rusak parah, jembatan gantung Cibuntu yang menghubungkan Desa Pusakasari-Desa Karyamukti Kecamatan Leles rusak berat, jembatan Cisantaja nyaris ambruk tapi masih bisa dilalui.

Jumat malam hingga Sabtu pagi warga di Desa Pusakasari, Karyamukti, Sindangsari tampak melakukan bersih-bersih dalam ruamah termasuk barang-barang yang terdampak, kursi, pakaian, perabot dapur. Pun di lapang Desa Pusakasari banyak dari mereka yang mencari barang-barang permainan korsel yang hilang.

Relawan tanggap bencana (Retana) Desa Pusakasari, Leles, Diki Aput

Relawan tanggap bencana (Retana) Desa Pusakasari, Leles, Diki Aput (24) kepada JCS mengatakan, kejadian banjir di Leles terjadi setelah beberapa jam hujan deras mengguyur. Menurut Aput, telah pihak terkait yang koordinasi dengan Retana Pusakasari terkait banjir dan dampak dirasakan masyarakat.

Mengenai bantuan, kata Aput, baik yang turun dari BPBD, Dinas Sosial Kabupaten Cianjur maupun perhatian dari yang lain, agar langsung diberikan kepada para korban banjir di masing-masing desa, atau posko bencana. “Walaupun posko bencana belum resmi dibentuk, yang jelas jangan di salurkan lewat pemerintahan kecamatan atau desa soalnya rentan muatan politik,” kata Diki Aput, Sabtu (3/9/2020).

Hingga Sabtu pagi, menurut Aput, warga yang terdampak dialami warga Desa Pusakasari, Sukajaya, Nagasari, Sindangsari, Sukajaya, dan Karyamukti. “Tapi wilayah desa yang paling terdampak berada di Desa Pusakasari, Karyamukti dan Nagasari,” beber Diki Aput.

“Akses jalan ke Kadupandak pun tidak bisa lewat. Terus jalan menuju Desa Purabaya terhambat, sebab, jalan Cadas Bodas ‘kaurugan’. Data lengkap bisa menyusul, termasuk kabar satu orang korban di Sindangsari,” pungkasnya. (ziz/hn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here