Makan Konate Minta Naik Gaji pada Arema FC -->

Advertisement

Makan Konate Minta Naik Gaji pada Arema FC

Kamis, 06 Desember 2018

Makan Konate
JCS - Menceploskan bola ke gawang lawan memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Meski tugas inti seorang pemain sepak bola di posisi striker harus begitu. Namun jika seorang gelandang menorehkan gol dengan jumlah lebih banyak dari striker, tentu menjadi fenomena unik nan langka.

Hal itu lah yang terjadi di Arema FC, perihal komposisi sumbangan gol dari penggawanya. Makan Konate kini menjadi yang terdepan untuk urusan gol, jauh melebihi tugas seorang Dedik Setiawan, Rivaldi Bauwo atau Ahmad Nur Hardianto yang notabene seorang target man.

Gol ke gawang PS TIRA menjadi yang ke-12 bagi midfielder kebangsaan Mali itu sepanjang 17 pekan memperkuat Arema FC di kompetisi Liga 1 (kasta tertinggi bola Indonesia) 2018.

Catatan itu bahkan melebihi Dedik Setiawan yang membukukan 9 gol, serta Rivaldi Bauwo dan Ahmad Nur Hardianto yang mandek di angka 5 gol.

Prestasi kinclong itu pun membuatnya berada di atas angin perihal nilai tawar kontrak. Namun, eks pemain andalan Persib Bandung itu masih malu-malu untuk mengakui 12 gol itu sebagai senjata yang seharusnya bisa digunakan untuk menaikkan harganya jika mendapatkan perpanjangan kontrak dari tim Singo Edan.

"Mengenai kenaikan harga kontrak itu, saya serahkan kepada agen saja," ucap Konate Makan pasca mengalahkan PS Tira di Stadion Sultan Agung Bantul, belum lama ini.

"Biar nanti manajemen Arema dan agen saya yang berdiskusi. Saya ingin fokus menyelesaikan tugas sampai akhir kompetisi dulu," imbuh pemain 27 tahun itu.

Tim berlogo kepala singa memang mulai berhitung mulai saat ini, jika tidak mau kehilangan aset handal mereka.

Dengan performa mengkilap seperti saat ini, bukan tidak mungkin Konate akan menjadi bintang di lantai bursa pada transfer awal musim di kompetisi Liga 1 tahun depan.

Datang di pertengahan kompetisi, Konate menjelma sebagai raja gol Arema FC. Bersama Hamka Hamzah dan Alfin Tuasalamony, Konate hijrah dari ketidakpastian yang membelenggu Sriwijaya FC. (tas/rus)