Fenomena Likuifaksi 'Tanah Bergerak': Jepang-Sulteng -->

Advertisement

Fenomena Likuifaksi 'Tanah Bergerak': Jepang-Sulteng

Minggu, 30 September 2018

Ilustrasi
JCS - Pergerakan tanah dan patahnya lempengan yang sangat besar di kedalaman 70 km bawah tanah bisa menimbulkan bencana. Itu dibahas dalam mata pelajaran Geografi SMA/MA kelas X. 

Istilah asing Fenomena likuifaksi (soil liquefaction) yang membuat bangunan dan pohon 'berjalan' muncul setelah gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Tengah. Fenomena ini juga pernah dialami di berbagai negara akibat gempa bumi.

Likuifaksi merupakan fenomena di mana kekuatan tanah berkurang karena gempa yang mengakibatkan sifat tanah dari keadaan padat (solid) menjadi cair (liquid). Likuifaksi disebabkan tekanan berulang (beban siklik) saat gempa sehingga tekanan air pori meningkat atau melampaui tegangan vertikal. Inilah yang menyebabkan benda-benda di sekitar lokasi jadi terseret.

"Likuifaksi (adalah) tanah yang kehilangan kekuatan akibat diguncang oleh gempa, yang mengakibatkan tanah tidak memiliki daya ikat. Guncangan gempa meningkatkan tekanan air sementara daya ikat tanah melemah, hal ini menyebabkan sifat tanah berubah dari padat menjadi cair," ujar Kepala Bagian Humas BMKG, Harry Tirto Djatmiko, Minggu (30/9/2018).


Likuifaksi ini seperti pernah terjadi:

1. Sulawesi Tengah

Likuifaksi terjadi sesaat setelah gempa bermagnitugo 7,4 di Sulawesi Tengah, Jumat (28/9). Rumah dan pohon amblas akibat likuifaksi.

"Ada video yang beredar rumah dan pohon yang kelihatannya berjalan, itu terjadi saat gempa bukan satu hari atau dua hari kejadian. Termasuk rumah yang ada di perumahan Balaroa ini kondisinya amblas. Menyebabkan bangunan rubuh hanyut dan sebagainya. Fenomena liquefaction. Itu adalah fenomena alamiah," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jl. Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018).

Ada empat lokasi yang mengalami likuifaksi. Kebanyakan di Kabupaten Sigi.
"Ada beberapa yang karena liquefaction 4 tempat di Jl Dewi Sartika Palu Selatan, di Petobo, Biromaru (Sigi), di Sidera, (Sigi)" kata Sutopo.

2. Niigata, Jepang

Diberitakan USGS, peristiwa di Niigata (1964) merupakan salah satu likuifaksi yang paling terkenal. Akibatnya, bangunan apartemen amblas. Fenomena ini terjadi pada 16 Juni 1964 pascagempa bermagnitudo 7,5. Ada sekitar 2.000 rumah yang dilaporkan hancur total.

3. Christchurch, Selandia Baru

Gempa bermagnitudo 6,3 terjadi pada tanggal 25 Februari 2011 yang mengakibatkan likuifaksi. Dilansir dari The New Zealand Herald, sejumlah bangunan rusak akibat likuifaksi.

4. Pohang, Korea Selatan

Fenomena ini terjadi tanggal 15 November 2017. Pemerintah Korea Selatan menyebutkan likuifaksi yang terjadi tidak menimbulkan kerusakan signifikan di Pohang.
Dilansir dari Korea Times, Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korsel mengkonfirmasi lima wilayah telah terkena pencairan. Tetapi tingkat keseriusan dari empat lainnya bahkan lebih rendah.

5. San Francisco, Amerika Serikat

Sebuah rumah di Mission District San Francisco mengalami kerusakan akibat likuifaksi yang terjadi akibat gempa bumi pada 18 April tahun 1906. Guncangan gempa menyebabkan isi buatan mencair dan kehilangan kemampuannya untuk menyangga rumah.

Likuifaksi juga terjadi di Dore Street, San Francisco di periode yang sama. Rumah-rumah di lokasi amblas. Dilansir dari USGS, daerah tersebut dulunya merupakan tanah rawa. (tas)