Gurilaps Sukabumi Selatan -->

Advertisement

Gurilaps Sukabumi Selatan

Admin
Jumat, 31 Agustus 2018

Pantai Ujung Genteng
JCS - Ketika ada yang menyebut satu kata Sukabumi, biasnaya ingat Pelabuhan Ratu atau Ujung Genteng. Satu lagi tempat untuk bertualang di sana yakni Cicaladi. Wisata Petualangan saat ini menjadi primadona bagi pelancong Indonesia saat mengisi waktu liburannya, dan Sukabumi merupakan salah satu destinasi wisata Indonesia kategori petualangan dengan jumlah destinasi yang lengkap dan bervariasi, sebutlah misalnya gunung, rimba, lembah, laut, pantai dan sungai. Tak salah makanya sebagian orang menyebut istilah Sukabumi Gurilaps (Gunung, Rimba, Lembah, Laut dan Sungai).

Pilihan destinasi petualangan yang masih perawan masih banyak ditemukan saat ini selain destinasi maisntream seperti Geopark Ciletuh, Palabuhanratu, Salabintana, Ujunggenteng dan Citarik misalnya yang sudah menjadi primadona wisata alam di Sukabumi sejak dulu kala. Saat ini ada puluhan destinasi baru yang ditemukan dan mulai dilirik untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata alam yang layak jual.

Salah satu dari sekian banyak surga petualangan di Sukabumi yaitu Pantai Cicaladi, Karangbolong di kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi (Jampang Kulon) Sukabumi. Pantai ini sudah menjadi buah bibir dikalangan petualang yang ingin memacu adrenalinnya menggunakan motor trail dan sepeda sport untuk menjelajahi surga tersembunyi di pantai selatan.

Walaupun untuk mencapai lokasi tersebut kita harus menyebrang "ponton" semacam tongkang kecil yang memuat beberapa sepeda motor dan orang untuk menyebrang dari sebrang kawasan pantai arah minajaya karena dipisah oleh muara cicaladi yang cukup lebar. Justru ini jadi tantangan tersendiri untuk mencapai kawasan yang eksotis dan kaya akan pengalaman bertualang yang tak terlupakan.

Menurut wisatawan asal Jakarta. Hiburan untuk menikmati alam dan karya-karya tangan orang di sana ternyata banyak pilihan. "Kebetulan saya bareng kawan dari Jakarta, dan berniat menyusuri pesisir selatan dari pantai minajaya di Kecamatan Surade hingga Muara Cikaso di Kecamatan tegalbuleud," tutur Gugi, Sabtu lalu. Untuk menuju Sukabumi selatan mereka menggunakan Kereta Api Jakarta ke Bogor gunain Commuterline, lalu nyambung pake Kereta Api eksekutif Pangrango via Bogor ke Sukabumi. "Tiket untuk perjalanan dua jam dari Bogor ke Sukabumi senilai cukup terjangkau- turun di Stasiun Kota Sukabumi, dan kami harus melanjutkannya keesokan harinya menggunakan minibus dari Terminal Lembursitu ke Surade," kata Gugi.

Ketika semalaman di Kota Sukabumi, mereka sambil menikmati indahnya malam hari di kota kecil sejuta cerita katanya, melalui aplikasi pegipegi.com ia pesan satu kamar untuk dipake rame-rame bertiga dan menemukan Hotel yang cukup nyaman dan bersih Hotel Arondari di Kota Sukabumi.

Esoknya, melaui perjalanan cukup melelahkan selama 3-4 jam, mereka bertiga mencapai terminal Surade dan ditempat hangat oleh guide local Ugtourism yang sudah berpengalaman sejak tahun 2009 memandu wisata di kawasan wisata Ujung Genteng dan sekitarnya beserta motor trail yang sudah disiapkan untuk pengunjung berpetualang menyusuri pantai, lembah, bukit dan nyebrang sungai menuju Pantai Cicaladi, Karangbolong di Desa Sukatani.

Waktu dan jarak tempuh selama perjalanan ini menurut Gugi asal Serang Banten ini, diperkirakan sekitar enam sampe sembilan jam perjalanan dengan beberapa kali rehat tentunya. Gugi mengaku di perjalanan mencoba belajar multimedia, alias melakukan pendokumentasian perjalanan berupa video dan foto untuk keperluan content.

Titik awal perjalanan mereka di sebuah pom bensin, yang tak jauh dari pusat kota kecil Surade. Setelah menyiapkan stok logistik dan bensin, Gugi berempat plus pemandu lokal menggunakan tiga motor jenis trail merk kawasaki dan satu motor matic offroad merk Yamaha Xride yang digunakan pemandu.

Sepanjang jalur dari Pantai Minajaya, mereka menyusuri jalur pesisir pantai yang indah dan menawan serta masih perawan. Jalur ini bebas polusi dengan pemandangan yang bikin mata seger sejauh mata memandang. Ketika masuk kejalur jalan berbatu, mereka siap-siap melewat jalan semacam savana yang cukup kering karena kemarau. Dan sesekali berpapasan dengan rombongan Kerbau dan Sapi yang dilepas liar di sepajang perjalanan untuk merumput di area sisa-sisa yang masih ada hijaunya.

Setelah perjalanan sekitar satu jam, rombongan kecil ini tiba di sebuah ujung kampung. Mereka mampir sebentar di sebuah warung sambil menghirup segelas dua gelas teh manis dan semangkuk mie rebus sambil menunggu "ponton" yang akan menyebrangkannya bergantian dengan warga yang akan menyebrang dari Tegalbuleud Sukabumi selatan.

Setelah menunggu 15 menit, Gugi dkk kebagian menyebrang dan melanjutkan perjalanan di jalur jalan berbatuan melewati pesawahan pinggir pantai yang sudah mengering. Selama kurang lebih satu jam perjalanan menyusuri pesisir pantai yang indah, dan beberapa perkampungan yang cukup ramai dan padat, mereka akhirnya sampai di daerah yang dikenal pantai Karangbolong. "Kami akan menyebrang sungai yang sedang surut," kata Gugi.

Dengan satu kali tarikan gas, penjelajah itu melewati sungai yang sedang surut yang terlihat sedikit licin dan genangan air di beberapa titiknya, diujungnya sedikit harus melewati air sungai yang masih dalam dan hampir membuat motor itu mati mesin, namun dengan sigapnya dapat melewati tantangan tersebut. Bagi rombongan ini, dengan tarikan gas menuju jalur setapak yang sangat terjal dengan ketinggian cukup signifikan dan butuh dorongan dari beberapa kawaan agar bisa sampe ke atas bukit di seberangnya.

Sekitar pukul 14.30 mereka akhirnya sampai di Pantai Cicaladi, setelah melewati jalan yang melelahkan walau sudah ada batu-batu yang mengurangi debu jalanan dan bahaya licin saat hujan datang. Mereka langsung swafoto di atas karang dengan latar garis pantai berwarna hitam dengan kandungan besi yang tinggi dan indahnya pemandangan.

Decak kagum tak henti-hentinya bagi mereka sambil rasakan ririh semilir angin dan wangi laut yang khas membuat mereka betah untuk menikmati alam ciptaan Tuhan yang tersembunyi di Sukabumi selatan. Di sena letaknya kepiawaian peran multimedia. Mereka mengabadikan berupa foto dan video meski hanya beberapa spot yang mereka kira harus dibadikan agar menjadi sebuah cerita dan kenangan untuk anak cucu, serta bisa dijadikan promosi wisata petualang yang sangat indah dan memukau.

Singkat ceritanya, satu jam menikmati keindahan pantai Cicaladi, mereka pun akan mengakhiri perjalanan melalui kawasan Tegalbuleud, yaitu melewati muara Cikaso dengan cara menaiki perahu motor milik nelayan yang biasa jadi sarana transportasi sungai dari ujung muara Cikaso Kecamatan Tegalbuleud menuju terminal Wisata Curug Cikaso di Kecamatan Cibitung Sukabumi.

Waktu yang ditempuh untuk menyusuri amazonnya Sukabumi ini kurang lebih satu jam, mereka menikmati indahnya pemandangan hutan alami disepanjang sungai yang mereka lewati, seperti beberapa rumah yang menghadap ke sungai dengan masing-masing rumah memiliki dermaga kecil menjadikan suasana makin unik yang jarang ditemukan di tempat lain.

Menurut Gugi, perjalanan cukup melelahkan itu adalah pengalaman yang tak terlupakan dan tak ingin segera berlalu, membuat Gugi dan rekannya ingin kembali lagi ke lokasi ini untuk selain berpetualang, juga mungkin bermalam di bukit pantai Cicaladi yang indah menikmati suasana malam dengan pemandangan beberapa nelayan yang sedang menggantungkan nasibnya untuk mencari lobster. (tas/rus).