Rindu -->

Advertisement

Rindu

Admin
Sabtu, 07 April 2018

Dalam sebuah hikayat disebutkan bahwa Dzun Nun Al-Mashri rahimahullah memasuki Masjidil Haram. Di sana ia melihat seorang pemuda tidak berbaju yang sakit tergeletak di bawah tiang masjid seraya mengeluarkan suara rintihan dari dalam hatinya yang bersedih. Dzun Nun melanjutkan kisahnya, lalu ia mendekatinya seraya mengucapkan salam kepadanya dan bertanya, "Siapakah kamu, hai anak muda?" Ia menjawab, "Aku adalah seorang pengembara yang mabuk rindu (kepada Allah)." Aku memahami yang dikatakannya, maka kukatakan kepadanya, "Aku juga sama seperti kamu." Lalu ia menangis dan aku pun menangis pula karena tangisannya, sehingga membuatnya bertanya, "Mengapa engkau pun menangis?" Aku menjawab, "Aku adalah seperti kamu." Lalu aku menangis dengan suara yang amat keras dan mengeluarkan suara jeritan yang bernada tinggi lagi sangat kuat, sesudah itu suasana menjadi hening karena saat itu juga nyawanya telah melayang.

Kemudian tubuhnya kuselimuti dengan pakaianku dan aku pergi meninggalkannya untuk mencari kain kafan. Aku membeli kain kafan dan kembali kepadanya, namun aku tidak menjumpai jenazahnya di tempatnya, sehingga membuat diriku terheran-heran seraya, "Subhanallah di manakah jenazahnya?" Kemudian aku mendengar suara tanpa rupa yang mengatakan, "Hai Dzun Nun, sesungguhnya si pengembara ini dicari-cari oleh setan di dunia ini namun setan tidak menemukannya. Malaikat Malik (penjaga neraka) mencarinya namun ia tidak dapat melihatnya, dan Malaikat Ridwan mencarinya pula di dalam surga namun tidak menemukannya." Aku bertanya, "Kalau begitu di manakah dia? Firman Allah SWT: "Fii maq'adi shidqin 'inda malikim muqtadiri: di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (QS. Al-Qamar ayat 55). Wallahu a'lam. Bersambung...