Kisah Kapal Hantu Basisir Sindangbarang -->

Advertisement

Kisah Kapal Hantu Basisir Sindangbarang

Admin
Sabtu, 21 April 2018

Ilustrasi 
Sebuah kapal misterius terdampar di Pantai Sindangbarang Cianjur selatan. Kapal yang merapat ke daratan tanpa awak, mengegerkan warga di sana dan kebingungan, selain membiarkan keberadannya, warga juga menjuluki dengan sebutan kapal hantu.

Bagai mana dongengnya?

Sejarah kapal hantu tersebut memang betul terjadi, yaitu sekitar 43 tahun silam, pernah di beritakan salah satu media nasional karena memiliki bukti foto kapal terdampar di pantai Sindangbarang. Sekitar Desember 1974, sebuah kapal misterius terdampar di kawasan Sindangbarang, Cianjur. Satu tahun kemudian, kapal itu terkuak. Kisah terdokumentasikannya kapal itu, tahun 1973-1974, penilis JCS sendiri belum lahir, mungkin termasuk sebagian pembaca JCS?

Mulanya, akhir 1973 sebuah kapal berukuran besar tersebut berbahan dasar besi. Bagian depannya tertulis Container Prosperous Singapore; juga ada tulisan Depot 652808/652039 OFF= 914811C Damp. Kapal yang merapat ke sisi basisir Sindangbarang tanpa awak. Warga setempat pun kebingungan. Warga membiarkan kapal tersebut, lalu menyebut si kapal hantu.

Aparat daerah setempat sebenarnya sempat melaporkan kejadian ini sampai ke pemerintah pusat. Namun, tetap tidak membuat identitas kapal tersebut diketahui. Tulisan Singapore pada kapal ini menjadi bahan konfirmasi kepada pihak perusahaan-perusahaan kapal (maskapai pelayaran-red) yang ada di Singapore, karena kapal tersebut diduga asal Singapore. Nah, satu tahun kemudian, empat orang asing, tepatnya pertengah Desember tahun 1974 identitas kapal hantu terkuak. Bermula dari datangnya empat warga asing kebangsaan Australia. Mereka sengaja datang ke Cianjur selatan untuk menjemput kapal hantu tersebut. Menurut pengakuan orang-orang di sana, kapal hantu itu diperkirakan kapal gandengan milik salah satu maskapai pelayaran Australia.

Karena pantai Sindangbarang yang membentang luas dari Rancabuaya, Cidaun, Agrabinta hingga Pelabuhan Ratu memang daerah perairan atau laut yang berbatasan dengan Negara Australia. Rencana mereka akan mengambilnya kembali ke Australian. Meski demikain, tidak terdokumentasikan bagaimana kronologis sebenarnya sehingga kapal itu lepas, tanpa awak yang menepi nyasar di dermaga alami pasir laut Sindangbarang kala itu. (Tas).