Beranda Editorial 1000 Guru SMK akan Belajar Ilmu Teknologi di Singapura

1000 Guru SMK akan Belajar Ilmu Teknologi di Singapura

52
0
Mendikbud RI Muhadjir Effendy dan Mendik Singapura Ong Ye Kung. (Mendikbud)
Judul di atas sangat releven dengan tuntutan zaman now yang serba online dan teknologi. Juga sepadan dengan peribahasa ‘Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina. Artinya, ayo belajar, cari dan tuntutlah ilmu sejauh apa pun ilmu itu berada. 
Peribahasa tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan huruf T.  
Peribahasa Tuntutlah ilmu walau ke negeri Cina dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Cari dan tuntutlah ilmu sejauh apa pun ilmu itu berada.Para guru Indonesia akan bertambah pengalaman ke luar negeri. 
Nah, kali ini giliran 1.000 guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) akan diberangkatkan ke Singapura guna menguatkan program peningkatan kualitas guru di-level sekolah menangah atas ini.
Program bagus yang digagas pemerintah era Jokowi melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) Indonesia bagi para guru terpilih itu untuk mengikuti pelatihan penguasaan teknologi yang relevan dengan revolusi industri 4.0. 
“Kami khususkan guru dapat belajar di sana tahun ini untuk meningkatkan kapasitasnya, terutama dalam penguasaan teknologi 4.0,” kata Mendikbud, Muhadjir Effendy usai melakukan pertemuan dengan Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung, di kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (9/1/2019) lalu.
Menteri Pendidikan Singapura, Ong Ye Kung mengaku Indonesia dan Singapura telah menjalin kerja sama pendidikan yang cukup lama, seperti pertukaran pelajar dan pelatihan guru. “Kami telah menjalin kerja sama yang baik setiap tahunnya, dan kami diskusikan kembali dengan Mendikbud Indonesia untuk keberlangsungan kerja sama tersebut,” ujarnya.
Mantapnya kerja sama bidang pendidikan dan teknologi tersebut diikat melalui penandatanganan bersama tanggal 7 September 2017 silam di sela-sela acara Leaders Retreat di Singapura. Perjanjian kerja sama ini berlaku selama 5 tahun. 
Pada perjanjian kerja sama tersebut pemerintahan kedua negara akan mendorong dan memfasilitasi pertukaran kunjungan siswa untuk membangun ikatan yang kuat diantara generasi muda dan mempromosikan pemahaman yang lebih kuat tentang budaya, masyarakat, dan bahasa masing-masing negara.
Selain itu, pertukaran kunjungan guru, tenaga ahli, dan tenaga kependidikan untuk berbagi informasi tentang pedagogi, serta pertukaran kunjungan pejabat kementerian kedua negara untuk berbagi informasi mengenai sistem pendidikan. 
Rata-rata kerja sama itu 3 sampai dengan 5 tahun, tetapi harus terus diperpanjang. Nota kesepahaman untuk pendidikan secara umum terkait dengan perhatian terhadap guru dan tenaga kependidikan. 
“Tidak hanya guru tapi juga kepala sekolah, dan pengawas. Termasuk juga bagian dari pelatihan guru,” ucap Kepala Biro Perencaraan dan Kerja Sama Luar Negeri, Kemendikbud Suharti.
Kerja sama bilateral di bidang pendidikan antara pemerintah Indonesia dan Singapura telah dilakukan peninjauan pada pertemuan kelompok kerja bersama kedua negara tanggal 6-7 November 2017 di Singapura. 
Dalam pertemuan tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi fokus kerja sama. Di antaranya, pengembangan bahasa, pengembangan guru dan tenaga kependidikan, pengembangan pendidikan anak usia dini, pengembangan pendidikan menengah dan pengembangan pendidikan kejuruan. (tas/rus).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here